Thursday 18 January 2018
Terbaru
Home / Wacana Ilmiah / Sunat Pada Pria dan Wanita 02

Sunat Pada Pria dan Wanita 02

Sambungan dari bagian 01

Sunat Pada Wanita

1.Alasan Sunat Wanita
Pada wanita prosedur sunat dilakukan terbanyak adalah karena alasan tradisi. Sunat pada wanita menurut agama, masih kontroversi, ada yang mengatakan bahwa Islam mewajibkan wanita disunat, namun ada yang mengatakan tidak. Namun tradisi pada beberapa suku di Indonesia, Malaysia, sebagian besar Afrika, Arab dll. melakukan sunat sebagai tradisi. Alasan kesehatan juga dianggap menjadi alasan mengapa wanita disunat. Wanita yang disunat lebih sehat dan bersih.Alasan mengurangi kebiasaan masturbasi, mengurangi tingkah laku seksual yang terlalu bebas.Alasan di beberapa negara yang melakukan infibulasi adalah menjaga kesucian dan membuat suami bahagia. Alasan lain adalah alasan medis. Ada kasus-kasus medis tertentu yang menyebabkan wanita perlu disunat, misalnya karena infeksi pada bagian kelamin karena struktur kelamin yang tidak sempurna, atau struktur kelamin tidak sempurna sehingga tidak dapat menikmati hubungan seksual yang baik.

2.Manfaat Sunat Wanita
Berbeda dengan sunat pada pria, sunat pada wanita banyak yang mempertanyakan, terutama pada kasus-kasus sunat yang melakukan pengangkatan seluruh klitoris, pengangkatan bibir dalam vagina, ataupun infibulasi. Manfaat sunat dalam kasus-kasus tersebut adalah membuat wanita tidak bergairah secara seksual, tidak dapat menikmati hubungan seksual, dan yang lebih ekstrim menyebutkan, siksaan bagi wanita. Manfaat sunat pada beberapa kasus wanita yang telah disunat pada usia dewasa adalah peningkatan rangsangan atau rasa pada saat berhubungan badan. Hal ini dilaporkan pada wanita yang disunat karena sebelumnya mengeluh tidak merasakan rangsangan yang cukup pada klitoris karena kulit penutup klitoris terlalu tebal.

-Penampilan
Di negara-negara Afrika dan Arab yang melakukan infibulasi pada wanita menyatakan bahwa kelamin wanita yang tidak disunat (dijahit kelaminnya) tidak baik, menimbulkan penyakit dll.

-Diterima masyarakat
Di banyak negara Afrika sunat wajib bagi wanita, jika tidak maka tidak diakui di masyarakat.

-Kesehatan
Wanita yang tidak disunat diklaim akan banyak mengalami gangguan kesehatan. Ini pendapat bagi negara-negara yang mempunyai tradisi infibulasi. Yang lebih ‘aneh’ lagi ada tradisi yang melakukan pemotongan klitoris wanita pada wanita yang hamil anak pertama, pada saat usia kandungan 7 bulan. Alasan mereka adalah bahwa bayi akan meninggal bila saat lahir terkena klitoris!

-Meningkatkan kualitas hubungan seks
Sunat infibulasi diklaim dapat menggairahkan pria. Lubang yang disisakan pada saat penjahitan kelamin adalah kira-kira hanya sebesar pensil. Seringkali dalam melakukan hubungan seksual, pria mengalami kesulitan dalam melakukan penetrasi. Tidak jarang pria yang baru berhasil ‘menembus’ isterinya setelah berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Bukan tidak jarang sama sekali ‘tidak tembus’. Ketatnya lubang vagina sebagai akibat infibulasi ini akan kembali dinikmati suami setelah isterinya melahirkan karena bibir vagina kembali dijahit, dan hanya menyisakan lubang sebesar pensil.

3.Kerugian / Efek Samping Sunat Wanita
-Psikologis
Banyak sekali wanita yang mengalami sunat pada usia anak (4-12 tahun) yang trauma atas perlakuan terhadap alat kelamin mereka. Banyak diantara mereka yang akhirnya tidak tertarik sama sekali terhadap seks. Hal ini banyak dialami oleh wanita yang mengalami pengangkatan seluruh klitoris dan infibulasi.

-Sakit berkepanjangan
Wanita yang mengalami infibulasi merasakan sakit sepanjang hidupnya. Pertama saat sebagian besar bibir kemaluannya serta klitorisnya dipotong dan dijahit. Infeksi karena luka tidak segera sembuh. Saat kencing, karena lubang sangat kecil menyebabkan sulit untuk mengeluarkan air kencing. Pada saat menstruasi wanita tersebut akan mengalami kesakitan yang luar biasa. Hubungan seksual juga merupakan siksaan, apalagi apabila lubang tersebut masih sangat kecil untuk masuknya penis, robekan demi robekan yang berarti kesakitan akan dialami setiap saat penis mencoba untuk memasuki lubang vagina yang sangat kecil. Pada saat melahirkan, lubang tersebut harus diperbesar dengan torehan atau sobekan pada lubang vagina, dan dijahit kembali sehingga lubang benar-benar kecil kembali. Setelah sembuh dari luka bersalin, maka kembali wanita tersebut harus mengulangi kesakitan ‘malam pertama’ ketika penis mulai menyobek lubang vagina yang telah tertutup lagi. (Penulis tidak dapat membayangkan siksaan ini!)

-Aktifitas seksual
Jelas sekali bahwa pengangkatan klitoris, bibir vagina apalagi infibulasi dapat mengurangi, bahkan menghilangkan gairah seksual. Untungnya wanita mempunyai banyak daerah erogen selain pada alat kelamin, sehingga wanita masih dapat merasakan kenikmatan seksual walaupun perangsangan seksual pada daerah kelamin tidak dirasakan.

Perbaikan luka sunat

Sunat pada prinsipnya ialah proses operasi pembuangan organ tubuh, oleh karena itu sulit melakukan perbaikan (rekonstruksi) organ kelamin yang mengalami operasi tersebut tanpa kembali dilakukan operasi, dalam hal ini adalah operasi plastik. Beruntung bagi pria, yang mana struktur alat kelaminnya lebih besar dan lebih menonjol, karena bagi pria yang telah mengalami sunat dan ingin kembali seperti sebelum disunat masih ada alternatif mengembalikan kulit yang hilang tersebut dengan alternatif-alternatif penumbuhan kulit penutup kepala penis kembali (foreskin restoration). Prinsip peregangan dengan berbagai teknik telah terbukti dapat mengembalikan keberadaan kulit penutup kepala penis. Penulis sendiri telah melakukan hal ini, dan sudah dapat membuktikan bahwa teknik ini berhasil dan mengembalikan kenikmatan seksual yang hilang karena sunat. Perbaikan luka sunat pada wanita lebih sulit. Tidak ada alternatif perbaikan tanpa proses pembedahan. Oleh karena itu sunat pada wanita lebih sulit diperbaiki apabila yang disunat ingin kembali ke keadaan sebelum disunat.

Tips-tips bagi pria yang tidak disunat.Bagi pria yang tidak disunat saya memberikan tips menjaga kebersihan alat kelamin Anda:
1.Pada saat kencing tariklah kulit penutup kepala penis sehingga kepala penis seluruhnya keluar. Kencinglah seperti biasa, dan jangan lupa untuk membersihkan kepala penis dengan membasuhnya dengan air, atau melapnya dengan tissue.
2.Setiap hari, pada saat mandi, gosoklah seluruh bagian penis anda dengan sabun. Bersihkan setiap bagian dengan menarik kulit penutup kelamin, dan menggosok seluruh bagian, termasuk kepala penis dengan sabun. Hal ini juga sebaiknya dilakukan setiap saat setelah selesai melakukan hubungan seksual.

Tips bagi pria yang disunat.
Apabila Anda telah disunat dan ingin mengembalikan kondisi alat kelamin anda, saya menganjurkan untuk melakukan browsing / surfing ke beberapa web foreskin restoration. Anda dapat dengan mudah mencarinya, yaitu dengan menuliskan “foreskin restoration” pada search engine, seperti yahoo. Atau dapat berkonsultasi dengan menggunakan bahasa Indonesia dengan saya.

Tips bagi wanita yang tidak disunat.
Apabila Anda tidak disunat, namun ingin disunat atau ingin menyunatkan anak wanitanya, ada baiknya mempertimbangkan baik-baik dampaknya. Apabila memang kondisi kelamin Anda tidak normal, sehingga sulit sekali merasakan kenikmatan rangsang seksual pada alat kelamin, misalnya karena adanya kulit pada alat kelamin yang berlebihan menutupi klitoris, sebaiknya dikonsultasikan pada dokter / ahli.

Tips bagi wanita yang disunat.
Apabila Anda disunat, sehingga klitoris diangkat, maka cobalah menikmati hubungan seksual terutama dari perangsangan selain pada alat kelamin. Biasanya perangsangan pada leher dan payudara, serta paha dapat membantu tercapainya orgasme. Apabila disunat dan tidak mengalami gangguan kenikmatan pada perangsangan klitoral, nikmatilah! Karena hampir 100 juta wanita di dunia tidak dapat merasakan kenikmatan seperti anda.

Kesimpulan

Terlepas dari wajib atau tidak, harus atau tidak, baik atau tidak, sehat atau tidak, sunat sampai saat ini masih dilakukan baik bagi pria maupun wanita di seluruh belahan dunia. Fenomena ini cukup besar pengaruhnya terutama bagi wanita. Dampak sunat dapat menyenangkan, dapat pula tidak menyenangkan, oleh karena itu, sebelum mengambil keputusan akan menyunatkan diri sendiri, ataupun menyunat anak kita, sebaiknya Anda berpikir dan mempertimbangkannya dengan baik. Melalui tulisan ini saya mencoba mengajak seluruh pembaca untuk berpikir dari berbagai sudut pandang yang pada akhirnya dapat membantu kita menilai sesuatu lebih obyektif.

Terima kasih kepada rekan-rekan yang telah menanggapi tulisan saya terdahulu, berkonsultasi dan memberikan masukan yang sangat bermanfaat. Terutama buat seorang rekanita dari Yogya yang sampai saat ini masih sering mengirim e-mail kepada saya. Bagi teman-teman yang ingin berkonsultasi, memberikan masukan dll, silakan mengirimkan e-mail kepada saya, tanpa dipungut biaya apapun, dan kami tetap menjaga kerahasiaan Anda.
Salam & Keep in touch.

SEKIAN


Leave a Reply

%d bloggers like this: