Thursday 18 January 2018
Terbaru
Home / Wacana Ilmiah / Antara Teori dan Praktek 03

Antara Teori dan Praktek 03

Sambungan dari bagian 02

Tentang Petting & Oral Seks
Aku selalu melakukan kontak seksual dengan pacar-pacarku, kecuali dengan dua pacarku yang pertama. Kontak seksual terjauh selain hubungan seksual (coitus) adalah dengan melakukan petting. Baik dengan masih pacarku menggunakan celana dalam ataupun lepas sama sekali. Saat berpacaran, sebetulnya aku lebih senang melakukan petting, karena lebih lama dan seringkali dapat memuaskan pacarku (Kecuali Rita tentunya). Kepuasanku semakin terasa lebih nikmat apabila mengetahui pacarku sudah terlebih dahulu orgasme (aku rasa semua pria akan senang apabila mampu memuaskan pasangannya).

Terlepas dari aturan, norma dan pandangan, aku merasa bahwa petting adalah salah satu alternatif terbaik dalam melakukan kontak seksual selain mutual masturbasi (saling merangsang alat kelamin pasangan dengan tangan). Dengan petting aku mengetahui bagaimana respon seksual pacarku. Demikian pacarku juga mengetahui tingkah laku seksualku sejak kami berpacaran. Aku dapat segera mengambil keputusan bahwa aku akan terus berlanjut dengan pacarku, tentunya salah satunya (bukan satu-satunya!) adalah dengan mempertimbangkan respon dan tingkah laku seksual pacarku. Karena aku yakin bahwa tingkah laku seksual juga akan sangat menentukan keharmonisan rumah tangga.

Selain itu, aku dan pacarku akan sangat merasa bebas tanpa beban ketika melakukan petting, karena tidak terjadi penetrasi. Sehingga tidak terlalu khawatir apabila suatu saat kami harus mengambil keputusan bahwa kami akan berpisah. Petting sendiri kurasakan (dan juga pacar-pacarku tentunya) dapat meredakan tuntutan kebutuhan pemuasan seksual bersama. Dengan petting aku dan pacarku menjadi lebih terbuka dan lebih akrab satu sama lain.

Kontak seksual yang kusukai selain petting adalah cunnilingus, di mana aku dengan bebasnya memandangi bagian tubuh wanita yang paling kusukai dan aku dapat menciuminya, mengulum clitoris, atau menjilati clitorisnya. Gelinjang tubuh pasanganku membuat senang hatiku. Dan hampir semua pacarku mengatakan bahwa pengalaman itu adalah pengalaman yang sangat berkesan bagi dirinya dalam melakukan kontak seksual denganku. Aku jarang sekali mencium bau kurang sedap dari kelamin pacarku. Apalagi kelamin pacarku terakhir, Vera. Kelamin Vera sama sekali tidak berbau (dan tentu saja tidak wangi). Memang diantara semua pacarku, Vera paling rajin membersihkan organ kewanitaannya setelah dia membuang air, baik buang air besar maupun pipis. Dia selalu membersihkannya dengan sabun. Ada hal yang lain aku rasakan adalah rasa kelamin wanita itu sendiri. Masing-masing mempunyai rasa yang berbeda, sedikit asam, ada yang agak asin, masing-masing mempunyai rasa tersendiri. Aku paling senang melakukan oral seks pada Vera, isteriku. Selain tidak berbau sama sekali, tapi juga tidak berasa. Namun clitoris Vera sangat peka, jadi aku harus ekstra hati-hati dalam memainkannya dengan lidah maupun jari-jariku.

Hubungan Seksual Dalam Pernikahan & Isteriku
Aku merasa senang sekali bahwa Vera menjadi isteriku. Aku memang tidak salah memilih Vera sebagai isteri. Karena selain dia mau menerimaku apa adanya, dia adalah figur wanita ideal menurutku. Dia manis, imut, baik, cerdas, dan manja sekali padaku. Aku merasa bahwa dia selalu memerlukan diriku di sisinya. Aku sayang sekali padanya. Dari penampilan fisik, Vera tidak terlalu ideal, karena tidak memiliki payudara yang besar. Namun payudaranya padat berisi, walaupun kecil. Aku sangat suka sekali melihat kekenyalan payudaranya. Puting payudaranya tidak besar (aku tidak suka yang terlalu besar). Kelaminnya bersih, dan rambut kemaluannya kerap ia cukur (kadang aku yang mencukurnya), yaitu digunting agar tidak terlalu panjang (biasanya hanya sepanjang kurang lebih 2 cm).

Respon seksualnya luar biasa. Vera selalu ikut menggoyangkan pinggulnya apabila kita melakukan kontak seksual. Desah serta rintihan halusnya begitu merangsang. Aku senang sekali jika melihat dia mulai menengadahkan kepalanya, menutup matanya, dan terkadang mengeluarkan desah nafas, erangan ketika mencapai orgasme. Vera tidak segan-segan untuk meminta melakukan kontak seksual denganku. Bahkan karena kita berpacaran jarak jauh, dia suka menelpon dan mengatakan bahwa dirinya sangat ingin melakukan kontak seksual denganku. Tidak jarang Vera mengatakan bahwa dia ingin masturbasi malam itu, atau mengatakan bahwa dia baru saja masturbasi. Vera memang wanita yang aku suka. Dalam melakukan kontak seksual Vera merupakan type wanita yang cepat sekali mengalami orgasme. Apabila ia mengalami orgasme, maka ia akan mengerang, menahan nafas dan menegang. Setelah orgasme, biasanya lemas dan tubuhnya langsung berkeringat. Sayangnya Vera sangat sulit mencapai orgasme yang kedua atau ketiga dalam satu episode. Kami harus melakukan aktivitas lain yang lama, baru dia dapat meraih orgasme yang kedua, ketiga dst.

Dalam melakukan kontak seksual, biasanya Vera lebih dulu mengalami orgasme, baru kemudian aku menyusulnya. Vera sangat pengertian. Ia tetap masih mau melayaniku apabila ternyata aku belum mencapai orgasme. Dia juga memahami ketertarikanku pada bidang seks, dia membiarkan aku melihat gambar-gambar porno dari Internet, majalah dll. Tidak jarang dia ikut nimbrung dan berdiskusi tentang gambar yang kami lihat. Dia juga senang membaca buku tentang pengetahuan seksual dan hubungan seksual yang kubeli. Dan yang aku suka, dia begitu terbuka sehingga dia tidak segan-segan mengungkapkan apa yang ia sukai, apa yang ia tidak sukai denganku. Ia juga sangat memahami bahwa aku sedang menjalani terapi (dari internet) untuk memperbaiki keadaan kelaminku.

Ada hal yang menarik yang kudapatkan ketika melakukan hubungan seksual dengan isteriku, Vera. Sebelum menikah, Vera selalu mengeluh bahwa ia selalu merasa bersalah ketika melakukan kontak seksual denganku, terutama setelah mengalami orgasme. Akan tetapi perasaan itu hilang pada saat kami melakukan kontak seksual pertama kali di malam pengantin. Demikian pula dengan diriku. Biasanya aku tidak mampu untuk mempertahankan ereksi jika melakukan kontak seksual dengan wanita. Akan tetapi ketika kami sudah menikah, hubungan seksual menjadi lebih nikmat, dan aku dapat mempertahankan ereksi dengan baik. Tidak jarang aku dapat menahan ereksi sampai 2 jam tanpa orgasme dalam hubungan seksual yang sangat menggairahkan. Semula aku khawatir bahwa aku salah seorang pria yang tidak dapat memuaskan isteriku. Tapi setelah aku melakukannya dengan isteriku, saat ini aku jadi percaya diri dan hampir tidak pernah aku orgasme sebelum isteriku orgasme. Ternyata tidak terlalu sulit untuk dapat membuat isteriku orgasme. Kepercayaan diriku semakin kuat, dan aku semakin menyingkirkan pikiranku untuk menambah kemampuan seksualku dengan mengkonsumsi obat kuat.

Bersama Vera, aku sudah mencoba beberapa posisi hubungan seksual dalam usia perkawinan baru menginjak dua bulan. Penisku yang semula kurang mampu merasakan kenikmatan dan sensasi lain selain basah, hangat, halus dan licin, kini ada sensasi lain, yaitu seperti remasan-remasan halus dari otot-otot vagina. Terlebih apabila Vera mempraktekkan hasil latihan Keggel ketika melakukan hubungan seksual. Dari Internet pula aku mempelajari beberapa teknik untuk melatih penis agar dapat meningkatkan kemampuan penis, mengeraskan penis serta mengembalikan kepekaan penis. Ada beberapa teknik yang aku praktekkan dan telah kubuktikan bahwa semua teknik ini sangat berguna antara lain tentang Teknik Mempertahankan, Menguatkan Ereksi Serta Meningkatkan Rangsang.

Aku menyesal telah disunat, dan sampai saat ini aku masih menyesali keadaan penisku. Saat ini memang aku sudah lebih dapat menikmati rasa nikmat pada kelaminku ketika melakukan kontak seksual, akan tetapi kondisi penisku masih tetap layaknya penis yang sudah disunat. Kepala penisku masih terbuka dan belum tertutup foreskin.

Semula aku pesimis bahwa foreskin-ku tidak dapat kembali lagi tanpa melakukan operasi plastik. Tetapi secara tidak sengaja, suatu hari aku mendapatkan Homepage yang memaparkan tentang foreskin Restoration (Pengembalian foreskin). Aku melihat homepage itu, dan ternyata aku tidak sendiri, banyak pula pria-pria di belahan dunia, tanpa melihat suku, bangsa dan agama yang telah disunat dan menyesali keadaannya. Mereka mencari cara untuk dapat mengembalikan foreskin mereka. Beberapa metoda telah terbukti mampu mengembalikan foreskin mereka dan mampu menambah rangsangan pada penis mereka.

Dari beberapa homepage tentang foreskin restoration, aku tahu bahwa ternyata di foreskin banyak sekali syaraf-syaraf. Syaraf-syaraf inilah yang akan menerima rangsang berupa gesekan, sentuhan dll. Di samping itu, ternyata foreskin juga mampu untuk menambah ransangan pada clitoris ketika penetrasi. Foreskin juga membantu penetrasi penis. Tidak jarang pula pria yang mengeluh sakit ketika ereksi karena foreskin dipotong terlalu pendek ketika disunat. Beberapa teknik foreskin restoration yang ada saat ini, diantaranya adalah Tapping (dengan tape, cellotape, bandaid, ataupun perban perekat lain), Tugging (dengan memberikan pemberat yang dihubungkan dengan sisa foreskin), dll. Begitu banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengembalikan foreskin tanpa operasi. Aku mengambil salah satu teknik, yaitu T-Tape atau J-Tape. Teknik ini menggunakan Micropore 3M Tape (yang paling ideal, karena perekatnya lembut dan bahannya kuat dan halus), atau perban rekat lain.

Aku saat ini sudah merasakan manfaat dari foreskin restoration ini, kini foreskin-ku sudah mampu menutupi corona penisku ketika sedang dalam kondisi tidak ereksi. Terkadang foreskin-ku dapat menutupi setengah kepala penis ketika penisku tidak ereksi. Hal ini membuat kepala penisku menjadi agak lembab dan menyebabkan kepekaan kepala penisku bertambah baik. Sayangnya saat ini aku agak kurang rajin melakukan terapi ini, sehingga foreskin-ku tidak bertambah panjang lagi. Selain malas, ternyata mencari Micropore di Indonesia sangat sulit. Aku harus berhemat dengan persediaan Tape Micropore yang kumiliki. Jika anda berminat mengetahui tentang foreskin restoration, anda dapat mencari homepage ini dengan mudah, cari saja di setiap search engine, tulis foreskin restoration, maka anda akan menemukan situs-situs tentang foreskin restoration. Di Situs ini Anda dapat melihat pula contoh-contoh kemajuan yang dialami rekan-rekan kita dari belahan dunia.

Selain metoda tentang foreskin restoration, aku juga mendapat teknik-teknik yang dapat digunakan dalam mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ereksi, diantaranya teknik untuk mengeraskan penis. Teknik ini sangat sederhana dan hampir tanpa efek samping. Yaitu dengan memanaskan batang penis, kemudian membuatnya setengah ereksi, dan mengurutnya dari pangkal ke ujung (dekat kepala) penis, tentunya Anda harus menggunakan pelicin supaya tidak lecet. Dilakukan selama 30 menit. Cukup dilakukan 1 kali sehari. Aku melakukannya dan hanya dalam 2 minggu aku merasakan kualitas ereksi (kekerasan) penisku meningkat drastis. Vera juga sangat heran dengan kekerasan penisku yang luar biasa dibandingkan dengan keadaan sebelum aku melakukan terapi terhadap penisku.

Latihan lain adalah latihan Keggel, yaitu latihan mengencangkan otot yang ada di antara skrotum dan anus. Latihan ini sangatlah sederhana, mudah dan hampir dapat dilakukan di mana saja. Caranya mudah, apabila Anda dalam kondisi ereksi, kemudian Anda dapat menggerakkan penis Anda tanpa memegangnya atau menggerakkan badan, tandanya otot tersebut telah berkontraksi. Anda cukup melatih kontraksi otot tersebut dengan mengkontraksikan, melepas, mengkontraksikan, melepas, menahan, melakukannya dengan cepat, kemudian lambat dll. Kemampuan melakukan kontraksi otot ini akan membantu menahan orgasme, disamping menambah kuat ereksi dan juga menambah rangsangan bagi wanita apabila dilakukan kontraksi-kontraksi pada saat melakukan penetrasi.

Terkadang aku dan Vera saling melakukan rangsangan dengan hanya memainkan atau mengkontraksikan otot ini. Aku mengkontraksikan ototku dan dampaknya penis dalam vagina Vera bergerak-gerak dan menggelitik dinding vagina Vera. Kemudian Vera membalasnya dengan menggerakkan otot yang sama pada dirinya yang berdampak penisku serasa dicengkeram dengan kuat oleh vagina Vera. Hanya dengan berdiam diri (saat aku sedang menahan orgasme), aku dapat mencumbu Vera dengan mencium leher, pipi dan telinga Vera serta menggerak-gerakkan penisku saja. Vera juga demikian, ia mendukungku agar aku tidak orgasme, ia tidak melakukan gerakan selain gerakan pada ototnya yang berdampak penisku teremas dan kekerasan penis semakin kuat.

Dari pengalamanku bersama Vera aku tahu bahwa jika penisku dimasukkan sebelum mengalami kekerasan maksimal, aku akan cepat ejakulasi. Akan tetapi apabila penisku telah ereksi secara sempurna maka hubungan seksual akan berlangsung lama dan memuaskan kedua belah pihak. Oleh karena itu Vera selalu akan merangsang penisku agar ereksi sempurna, baru kemudian dimasukkan ke dalam vaginanya. Saat ini aku merasa bahwa aku seorang pria, suami yang sangat berbahagia, oleh karena itu aku ingin membagikan pengalaman-pengalaman seksualku dengan orang lain. Mudah-mudahan aku dapat membujuk Vera untuk juga mau membagikan pengalaman serta pengetahuan serta perasaannya kepada Anda semua.

Mudah-mudahan pengalaman-pengalaman seksual saya dapat berguna bagi Anda. Apabila Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang hal-hal yang aku alami, atau ingin memberikan komentar, ingin bertanya, atau ingin melakukan penelitian atas pengalaman seksualku, aku dengan senang hati akan berbagi pengalaman dengan orang lain. Pesan saya adalah, jangan melihat tulisan ini dari sudut agama, moral ataupun adat. Lebih baik Anda melihat tulisan saya sebagai informasi, atau sharing.

TAMAT


Leave a Reply

%d bloggers like this: